Jalan Asia Afrika dan Museum Konferensi Asia Afrika

Saksi diplomasi Bangsa Indonesia di mata Dunia

Tidak jauh dari Sumber Hidangan dengan 5 menit menyusuri Jalan Braga setelah menyebrangi Jalan Naripan kita akan menemukan Jalan Asia Afrika,yang merupakan salah satu Jalan paling bersejarah di Kota Bandung,Indonesia dan bahkan di mata dunia. Karena di Jalan inilah di sebuah gedung bernama GEDUNG MERDEKA yang awalnya dikenal dengan nama gedung Societeit Concordia tempat para kalangan atas Belanda berkumpul,di laksanakan sebuah sebuah konferensi besar para pemimpin negara-negara di Asia Afrika antara tanggal 18 April – 24 April 1955,

yang menghasilkan 10 pernyataan penting dari ke 29 negara peserta di kenal dengan sebutan “Dasa sila Bandung” .
(Tanda Jalan Asia Afrika)
Konferensi Asia Afrika tidak bisa dilepaskan dari sebuah bangunan megah dan anggun di sisi sebelah kanan jalan ini.

Gedung yang dahulu bernama “Societeit Concordia” dibangun pada tahun 1895 digunakan sebagai  tempat berkumpul dan berekreasi oleh sekelompok masyarakta Belanda yang berdomisili di Bandung.

Societeit Concordia mengalami pembangunan untuk kedua kalinya pada tahun 1921 dengan gaya art deco hasil rancangan Prof.Ir.Wolff Schoemaker.
Gedung ini berubah menjadi gedung pertemuan yang paling mewah,eksklusif dan modern di nusantara.
(Gedung Merdeka)
Pada tahun 1954 Pemerintah Republik Indonesia memilih Bandung sebagai kota dimana diselenggarakannya Konperensi Asia Afrika,maka Gedung Societeit Concordia digunakan tempat berlangsungnya konperensi tersebut dengan alasan gedung tersebut adalah tempat pertemuan paling besar dan megah di Bandung.
(Gong Perdamaian Negara-negara Asia Afrika di dalam Gedung Merdeka Foto By Yasirati Ilyas)
(Salah Satu Bagian Dalam Gedung Merdeka Foto By.Astri Haryani)
Selain itu posisinya yang berada di tengah kota dan berdekatan dengan Hotel Sayoy Homann dan Hotel Preanger,dan menjelang dilaksanakannya Konperensi Asia Afrika gedung ini berubah menjadi “Gedung Merdeka” yang masih bisa kita lihat sampai sekarang.
Museum Konferensi Asia – Afrika
(Bagian Depan Museum Konferensi Asia – Afrika)
Sebagai tempat penyimpanan dan panyajian benda-benda,hasil reportase beserta gambar-gambar saksi bisa di selenggarakannya Konferensi Asia Afrika (KAA) di bangunlah Museum Konferensi Asia Afrika (Museum KAA) di sebelah kanan Gedung Merdeka.
Museum KAA ini di resmikan pada tahun 1980 oleh Presiden Soeharto sebagai puncak peringatan 25 tahun penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955.

Museum Asia Afrika ini menyajikan berbagai benda dan gambar-gambar “saksi bisu” berlangsungnya rangkaian  sebuah pertemuan besar para pemimpin bangsa negara-negara di Asia Afrika ,dimulai dari peristiwa Tugu,Konperensi Kolombo,Konperensi Bogor dan sampai akhirnya pada pelaksanaan Konperensi Asia Afrika pada tahun 1955.

( Bola Dunia Yang terdapat di Bagian dalam Musem KAA)

Yang perlu di perhatikan bahwa di bagian pameran utama dari museum ini kita tidak di perkenankan untuk mengambil foto. Foto – foto yang kami ambil ini berada di bagian pintu masuk museum KAA dekat resepsionis,

(Replika Ketika Presiden Soekarno Berpidato)

Selain itu di Museum KAA ini juga terdapat perpustakaan untuk menunjang semua kegiatan museum.

Perpustakaan ini memiliki sejumlah koleksi buku mengenai buku-buku sejarah,sosial,politik dan kebudayaan negara-negara Asia Afrika serta negara-negara lainnya,dokumen-dokumen mengenai Konperensi Asia Afrika,dokumen-dokumen lanjutan konperensi serta majalah-majalah dan surat kabar.

Disalah satu bagian Museum KAA ini juga terdapat ruang audio visual sebagai sarana pemutaran film dokumenter mengenai kondisi dunia tahun 1950-an,konperensi Asia Afrika dan konperensi
lanjutannya.

(Jam Buka Museum KAA)
Museum KAA buka setipa hari Senin sampai Jumat pukul 08.00 – 15.00
Istirahat 12.00 – 13.00
Sabtu 08.00 – 12.00
Masuk gratis tanpa dipungut biaya jadi jangan ragu untuk datang berkunjung.
Apabila kita beruntung bisa masuk ke ruang utama Gedung Merdeka kita bisa menyaksikan kemegahan dan kemewahan Gedung Societeit Concordia tempo dulu berupa lantainya yang terbuat dari marmer Italia.
(Museum Konferensi Asia Afrika)

Sudah selaknya kita patut berbangga hati sebagai warga negara Republik Indonesia karena ketika Republik ini baru menginjak usia 10 tahun,usia yang bisa di sebut masih kanak-kanak mampu menggetarkan dunia dengan berhasil menyelenggarakan Konferensi para pemimpin negara-negara Asia dan Afrika,sehingga Indonesia di pandang di kancah Internasional.

Semua bukti sejarah tersebut masih kita saksikan di Museum Konferensi Asia Afrika yang terletak di jalan bernama sama.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s